Oleh: Lukman Nurhakim, Pemerhati Kebijakan Publik
Kenaikan harga BBM non-subsidi kembali menjadi pengingat bahwa ekonomi rumah tangga Indonesia masih sangat rentan terhadap gejolak global. Per 10 Juni 2026, harga Pertamax mengalami penyesuaian signifikan tanpa pengumuman yang luas sebelumnya. Alasan yang dikemukakan berkaitan dengan volatilitas harga minyak mentah dunia yang terus berlanjut akibat eskalasi konflik geopolitik di Asia Barat, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada jalur distribusi energi global, termasuk Selat Hormuz.
Bagi sebagian kalangan, kenaikan harga BBM non-subsidi mungkin hanya dipandang sebagai konsekuensi logis dari mekanisme pasar. Namun, bagi masyarakat kelas menengah yang selama ini mengandalkan BBM non-subsidi, kebijakan tersebut merupakan alarm serius. Kelompok yang selama ini relatif mampu menyerap berbagai tekanan ekonomi mulai merasakan penyusutan ruang finansial mereka.














