Koordinator aksi menilai pelemahan rupiah telah menekan daya beli masyarakat dan meningkatkan beban ekonomi rakyat. Karena itu, mereka mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memulihkan kepercayaan publik terhadap rupiah.
BEM SI Jateng juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan persoalan tersebut. Jika pemerintah gagal memenuhi tuntutan dalam waktu 18 hari, mahasiswa akan menggelar aksi lanjutan bertajuk “Reformasi Jilid II.”
















