Di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat, kenaikan harga BBM menjadi bukti bahwa pemerintah belum mampu memberikan perlindungan yang cukup terhadap daya beli rakyat.
Bagi masyarakat kecil, persoalannya sederhana: pengeluaran terus bertambah, sementara pendapatan tidak ikut naik.
Harga Sembako Melambung, Janji Kesejahteraan Dipertanyakan
Tidak ada indikator kesejahteraan yang lebih nyata dibandingkan kemampuan rakyat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketika harga beras, cabai, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya terus meningkat, rakyat tidak lagi berbicara tentang angka pertumbuhan ekonomi atau investasi.
Mereka berbicara tentang apakah uang belanja masih cukup hingga akhir bulan.
Kenaikan harga kebutuhan pokok menunjukkan pemerintah belum berhasil menjaga stabilitas harga pangan, padahal hal tersebut merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Jika rakyat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup, maka janji kesejahteraan patut dipertanyakan.
Program Unggulan Tersandung Korupsi
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu ikon utama pemerintahan Prabowo. Program ini dipromosikan sebagai investasi besar untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.
Namun, penetapan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana beserta dua wakilnya sebagai tersangka dugaan korupsi menjadi pukulan telak terhadap kredibilitas program tersebut.
Kasus ini menunjukkan bahwa ambisi besar tanpa pengawasan yang kuat justru membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan.
Ketika program yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia justru dikaitkan dengan dugaan korupsi, pemerintah harus bertanggung jawab menjelaskan bagaimana sistem pengawasan bisa gagal bekerja.
Wakil Menteri Tersandung Kasus Hukum
Penetapan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim sebagai tersangka dugaan pemerasan semakin memperkuat persepsi bahwa pemberantasan korupsi belum menjadi prioritas yang berjalan efektif.
















