SUBANG, Nuranimedia.id – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) dari lima kabupaten/kota di Jawa Barat menggelar silaturahmi di Ruang Rapat Bupati Subang, Kompleks Pemerintah Kabupaten Subang, Senin (13/7/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Presidium MD KAHMI dari Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. Masing-masing daerah mengirimkan lima anggota presidium beserta sekretaris umum.
Selain menjadi ajang mempererat ukhuwah antarsesama alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), pertemuan ini juga membahas sejumlah isu strategis sebagai bagian dari penguatan organisasi menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI Jawa Barat.

Ketua Tim penyelenggara, H. Aceng Roni Syahbana, mengatakan silaturahmi tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk membangun komitmen bersama dalam memperkuat eksistensi KAHMI di Jawa Barat.
“Silaturahmi ini merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat persaudaraan dan konsolidasi organisasi. Kami ingin membangun komunikasi yang semakin erat sehingga KAHMI dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujar Aceng.
Dalam forum tersebut, peserta juga membahas pentingnya transformasi KAHMI Jawa Barat agar organisasi mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, ekonomi, politik, dan perkembangan teknologi. Transformasi tersebut diharapkan menjadikan KAHMI sebagai organisasi alumni yang modern, kolaboratif, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
Selain itu, forum menekankan perlunya internalisasi dan eksternalisasi peran serta fungsi KAHMI Jawa Barat. Internalisasi diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kepemimpinan di kalangan kader alumni. Sementara eksternalisasi diwujudkan melalui peningkatan kontribusi nyata KAHMI kepada masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Calon Presidium MW KAHMI Jawa Barat, Ahmad Hidayat, mengatakan KAHMI memiliki modal intelektual dan jaringan yang besar sehingga harus dikelola melalui kolaborasi yang kuat antardaerah.
“Transformasi KAHMI harus dimulai dari penguatan organisasi di tingkat daerah. Dengan komunikasi yang intensif dan kolaborasi yang baik, KAHMI Jawa Barat akan mampu menjadi organisasi alumni yang adaptif, produktif, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan bangsa,” kata Ahmad.
Sementara itu, calon Presidium MW KAHMI Jawa Barat, Husni Farahani Mubarok, menegaskan pentingnya membangun sinergitas antara MW KAHMI Jawa Barat dengan seluruh MD KAHMI di kabupaten dan kota sebagai fondasi utama penguatan organisasi.
“MW KAHMI Jawa Barat harus hadir sebagai mitra, fasilitator, sekaligus penggerak bagi seluruh MD KAHMI. Sinergi yang kuat akan melahirkan program yang terintegrasi, memperkuat konsolidasi organisasi, serta memperbesar kontribusi KAHMI dalam pembangunan Jawa Barat. Semangat kebersamaan dan kolaborasi inilah yang harus terus kita rawat,” ujar Husni.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para peserta berharap silaturahmi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai sarana memperkuat komunikasi, menyamakan visi organisasi, dan membangun jejaring kolaborasi antar-MD KAHMI di Jawa Barat.















