JAKARTA – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mempercepat konsolidasi organisasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Partai tersebut menargetkan penataan dan konsolidasi struktur organisasi di seluruh Indonesia rampung pada September 2026.
Ketua Tim Satuan Tugas (Task Force) DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan percepatan konsolidasi diperlukan agar mesin organisasi partai dapat mulai bekerja lebih awal menghadapi tahapan Pemilu 2029.
“Task Force sudah membuat jadwal untuk bekerja cepat. Pada akhir September semua diharapkan selesai. Sehingga kami bisa mempersiapkan diri menghadapi Pemilu sejak awal,” ujar Rio dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Menurut Rio, konsolidasi struktur menjadi pekerjaan awal sebelum partai masuk pada tahap pemetaan politik yang lebih spesifik. Setelah struktur organisasi selesai ditata, Hanura akan mulai memetakan daerah pemilihan (dapil) sekaligus mengidentifikasi figur yang berpotensi menjadi calon anggota legislatif.
Hanura menargetkan pada 2027 struktur organisasi sudah siap sepenuhnya untuk bergerak di seluruh dapil, baik untuk DPR RI maupun DPRD provinsi serta DPRD kabupaten/kota.
“2027 struktur sudah siap 100 persen sehingga kami sudah keluar dari sarangnya untuk bergerak di setiap dapil pemilihan, baik DPR RI maupun DPRD provinsi, kabupaten/kota,” kata Rio.
Pengurus yang Tidak Bekerja Akan Dievaluasi
Dalam proses konsolidasi tersebut, Task Force DPP Hanura juga menyiapkan mekanisme evaluasi terhadap jajaran pengurus di daerah.
Rio menegaskan, pengurus yang tidak mampu menjalankan agenda dan target organisasi berpotensi mendapatkan sanksi.
Menurutnya, konsolidasi yang dilakukan hingga September 2026 akan menjadi salah satu indikator untuk mengukur kesiapan Hanura menghadapi Pemilu 2029.
Ia menilai kebangkitan Hanura tidak dapat dibangun secara instan hanya beberapa bulan menjelang pemilu. Partai harus memiliki persiapan yang terstruktur sejak jauh hari.
“Kalau Hanura mau bangkit, itu tidak bisa hanya kerja tiga atau enam bulan sebelum Pemilu. Kami harus sudah mempersiapkan diri sejak awal, lebih siap secara serius untuk menghadapi pemilu itu,” ujar Rio.
DPD Hanura Sumut Buka Opsi Reshuffle
Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara El Adrian Shah membuka kemungkinan melakukan perombakan kepengurusan setelah proses konsolidasi organisasi selesai.
Menurut El, evaluasi diperlukan untuk memastikan struktur partai di tingkat daerah diisi kader yang memiliki komitmen serta kemampuan menjalankan agenda organisasi.
“Mudah-mudahan setelah konsolidasi ini kita akan melaksanakan rapat pleno untuk reshuffle kepengurusan di DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Utara,” kata El.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi yang tengah dilakukan Hanura tidak hanya menyangkut pembentukan atau penataan struktur, tetapi juga evaluasi terhadap kinerja pengurus.
Dengan target konsolidasi rampung September 2026 dan struktur organisasi siap bergerak pada 2027, Hanura mulai membangun fondasi lebih awal untuk menghadapi persaingan politik menuju Pemilu 2029.















