JAKARTA, NURANIMEDIA.ID — Meningkatnya elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah karier politiknya menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Salah satu pertanyaan yang mulai mengemuka ialah apakah Dedi akan tetap bertahan di Partai Gerindra atau memilih berlabuh ke partai politik lain apabila peluang politiknya semakin terbuka.
Pengamat politik Tony Rosyid menilai, lonjakan elektabilitas Dedi Mulyadi menunjukkan keberhasilannya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui strategi komunikasi yang intensif, terutama di media sosial. Menurutnya, popularitas yang tinggi bukan semata-mata ditentukan oleh program pemerintahan, melainkan juga kemampuan seorang pemimpin membentuk persepsi publik.
“Dalam politik, elektabilitas berkaitan dengan bagaimana seorang tokoh mampu menarik simpati dan memengaruhi persepsi masyarakat. Dalam hal ini, Dedi Mulyadi dinilai berhasil memanfaatkan media sosial secara efektif,” tulis Tony Rosyid dalam opininya.















