Dalam sistem multipartai di Indonesia, perpindahan kader dari satu partai ke partai lain bukan merupakan hal yang baru. Dedi sendiri memiliki pengalaman berpindah partai, dari Partai Golkar ke Partai Gerindra saat maju pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat.
Karena itu, Tony menilai kemungkinan perubahan kendaraan politik selalu terbuka apabila terdapat kepentingan politik yang saling bertemu antara seorang tokoh dan partai pengusung.
“Jika elektabilitas terus meningkat dan ada partai yang melihat peluang untuk mengusungnya, maka dinamika politik sangat mungkin berubah,” tulisnya.
Masih Sebatas Analisis
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan dari Dedi Mulyadi mengenai kemungkinan meninggalkan Partai Gerindra ataupun maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
Spekulasi mengenai perpindahan partai masih sebatas analisis politik yang didasarkan pada meningkatnya elektabilitas Dedi serta dinamika politik nasional yang terus berkembang.















