Berbagai platform digital seperti YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, hingga X menjadi ruang yang konsisten digunakan Dedi untuk menampilkan aktivitasnya sebagai gubernur. Mulai dari meninjau pembangunan, berdialog dengan warga, membantu masyarakat kurang mampu, hingga melakukan penertiban bangunan yang berdiri di atas lahan negara.
Konten-konten tersebut dinilai mampu membangun citra kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Pendekatan itu mengingatkan pada gaya komunikasi Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang dikenal melalui aktivitas blusukan, meski dengan kemasan yang berbeda dan lebih menyesuaikan perkembangan media digital.
Tony menilai, konsistensi Dedi dalam memproduksi konten membuat namanya semakin dikenal secara nasional. Popularitas itu kemudian berdampak pada meningkatnya tingkat keterpilihan atau elektabilitasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa elektabilitas tidak selalu identik dengan keberhasilan menyelesaikan persoalan mendasar seperti kemiskinan, pemerataan pembangunan, maupun efektivitas kebijakan publik.
Berpotensi Jadi Magnet Politik
Menurut Tony, apabila tren elektabilitas Dedi terus meningkat hingga mendekati Pemilu 2029, berbagai partai politik berpeluang menjadikannya sebagai figur yang layak diusung dalam kontestasi nasional.















