NURANIMEDIA.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung terus berdialog dengan pedagang dan operator angkutan umum terkait penataan Terminal Cicaheum yang terintegrasi dengan rencana Bus Rapid Transit (BRT).
Menurut Farhan, komunikasi menjadi kunci agar seluruh pihak memahami tujuan program sekaligus dapat menyampaikan aspirasi mereka. Pemerintah juga berupaya meminimalkan dampak sosial dan ekonomi selama proses penataan berlangsung.
“Kami terus berdialog dengan para pedagang maupun operator kendaraan umum yang ada di Cicaheum agar skenario BRT dapat didukung oleh semua pihak,” ujar Farhan, Senin (1/6/2026).
Farhan menegaskan angkutan kota (angkot) tetap menjadi bagian dari sistem transportasi masa depan. Dalam konsep BRT, angkot akan berfungsi sebagai feeder yang menghubungkan kawasan permukiman dengan koridor utama transportasi massal.
“Angkot tidak dihapus. Angkot akan menjadi feeder yang mendukung sistem transportasi terintegrasi,” katanya.















