Example 728x250
DaerahOpini

Belajar dari Gunung, Menjaga Tanah Sunda

×

Belajar dari Gunung, Menjaga Tanah Sunda

Sebarkan artikel ini
Irfan Suryanaga Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Jabar
Irfan Suryanaga Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Jabar
Example 468x60
Oleh: Ir. Irfan Suryanagara
Tokoh Kaukus Ketokohan Jawa Barat

NURANIMEDIA.ID — Fenomena alam selalu menyimpan pesan bagi manusia. Gunung, hutan, sungai, dan tanah tempat kita berpijak bukan sekadar bagian dari bentang alam, tetapi juga bagian dari sejarah panjang kehidupan manusia.

Letusan Gunung Krakatau pada 1883 merupakan salah satu peristiwa alam yang sangat dahsyat dan tercatat dalam sejarah. Namun, di balik kedahsyatan Krakatau, tanah Jawa Barat juga menyimpan sejarah letusan gunung api yang tidak kalah luar biasa.

Jauh sebelum kehidupan modern berkembang seperti sekarang, Gunung Sunda Purba pernah mengalami letusan besar yang membentuk sebuah kaldera raksasa. Proses geologis yang berlangsung dalam waktu sangat panjang itu kemudian menjadi bagian penting dari terbentuknya bentang alam Cekungan Bandung.

Sejarah alam tersebut seharusnya menjadi pengingat bagi kita bahwa Jawa Barat, khususnya Bandung dan sekitarnya, hidup berdampingan dengan kekuatan alam yang luar biasa.

Hari ini, ketika aktivitas Anak Krakatau kembali menjadi perhatian dan membuat sebagian masyarakat khawatir, kita sering kali hanya melihat ancaman dari satu gunung. Padahal, Jawa Barat memiliki sejarah panjang dengan gunung-gunung api dan struktur geologi yang perlu kita pahami.

Baca Juga  Dian Rahadian Bangga Masyarakat Papua Minta KDM Selamatkan Hutan Papua

Jawa Barat dikenal memiliki banyak gunung api serta sejumlah sesar atau patahan aktif. Fakta tersebut seharusnya mendorong kita untuk semakin mengenali karakter alam tempat kita tinggal.

Kita tidak perlu hidup dalam ketakutan. Yang diperlukan adalah kesadaran, pengetahuan, kesiapsiagaan, dan penghormatan terhadap alam.

Alam bukan untuk ditaklukkan dengan kesombongan manusia. Alam harus dipahami, dihormati, dan dirawat.

Dalam pandangan budaya Sunda, manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan dengan alam. Kita mengenal nilai-nilai kehidupan yang mengajarkan manusia agar tidak hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi juga memelihara dan merawatnya.

Karena itu, sudah saatnya kita kembali *mengenali alam Sunda*. Mengenali gunung-gunungnya, memahami sungai dan hutannya, mengetahui wilayah-wilayah rawan bencana, serta menjaga lingkungan dengan penuh dedikasi.

Kita harus membangun kehidupan dengan sikap seperti seorang *satria*: berani menghadapi tantangan, tetapi tetap rendah hati di hadapan kekuatan alam. Merawat lingkungan bukan sekadar kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Kita juga perlu berhenti memperlakukan alam hanya sebagai objek eksploitasi. Ketika hutan kehilangan fungsinya, ketika kawasan resapan air berubah menjadi bangunan, ketika sungai dipenuhi sampah, dan ketika tata ruang mengabaikan karakter alam, sesungguhnya manusia sedang memperbesar risiko bagi dirinya sendiri.

Baca Juga  KPK Tahan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Iklan Bank BJB, Eks Dirut Yuddy Renaldi Mangkir karena Sakit

Bandung memiliki sejarah panjang yang seharusnya tidak kita lupakan. Ungkapan bahwa Bandung diciptakan Tuhan dalam kondisi tersenyum adalah sebuah harapan tentang keindahan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan kehidupan.

Maka jangan sampai senyum itu berubah menjadi luka.

Sejarah juga pernah mencatat Bandung sebagai *lautan api*. Jangan sampai kita kembali menciptakan “lautan api” dengan cara lain—bukan hanya karena peperangan, tetapi karena kelalaian kita sendiri dalam memperlakukan alam.

Kita tidak pernah tahu kapan alam menunjukkan kekuatannya. Tetapi kita dapat memilih bagaimana manusia mempersiapkan diri: apakah dengan ketakutan, atau dengan pengetahuan dan kesadaran.

Mengenali alam Sunda berarti mengenali diri kita sendiri.

Menghormati alam berarti menghormati kehidupan.

Dan merawat Jawa Barat berarti menjaga masa depan anak cucu kita.

Insya Allah, apabila manusia mampu hidup berdampingan dengan alam, merawatnya dengan penuh tanggung jawab, serta menjadikan pengetahuan dan kearifan lokal sebagai pijakan, Jawa Barat—khususnya Bandung—akan tetap menjadi tanah yang indah, aman, dan membawa kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *