“HKTI harus tetap menjadi rumah besar petani. Kepentingan petani harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan organisasi,” tegasnya.
Jangan Ulangi Praktik Politik Kekuasaan
Entang Sastraatmadja juga mengingatkan bahwa organisasi tani di Indonesia pernah mengalami periode ketika independensinya tereduksi akibat terlalu dekat dengan kepentingan politik penguasa. Pengalaman sejarah tersebut, menurutnya, harus menjadi pelajaran agar HKTI tetap menjaga marwah sebagai organisasi yang mandiri.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan politisi dalam organisasi bukanlah masalah selama mereka mampu bersikap sebagai negarawan dan tidak membawa agenda partai ke dalam tubuh HKTI.
“Yang menjadi persoalan bukan siapa orangnya, tetapi bagaimana organisasi ini tetap independen dan berpihak pada petani. Jangan sampai HKTI kehilangan jati dirinya karena terlalu jauh terseret kepentingan politik,” katanya.
Musda HKTI Jabar Jadi Ujian Demokrasi Internal
Musda HKTI Jawa Barat dinilai menjadi momentum penting untuk membuktikan komitmen organisasi terhadap prinsip demokrasi, transparansi, dan penghormatan terhadap aspirasi daerah. Forum tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi formalitas administratif, melainkan benar-benar menjadi ruang musyawarah yang terbuka dan adil.
Entang menegaskan bahwa legitimasi kepemimpinan organisasi hanya akan lahir apabila proses pemilihannya berlangsung demokratis dan mendapatkan dukungan nyata dari anggota.
“Kedaulatan organisasi harus berada di tangan anggota. Musda harus menjadi ruang demokratis untuk melahirkan kepemimpinan yang benar-benar mendapat legitimasi dari bawah,” ujarnya.
















