NURANIMEDIA.ID, GARUT – Firman Firdaus terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Kabupaten Garut periode 2025–2030.
Firman ditetapkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) HANURA Kabupaten Garut sebagai bagian dari agenda konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan partai di daerah.
Usai terpilih, Firman langsung dihadapkan pada agenda penguatan struktur organisasi. Salah satu target utama kepengurusan baru adalah memastikan HANURA memiliki struktur yang solid di 42 kecamatan di Kabupaten Garut.
Ketua DPD HANURA Jawa Barat H. Dian Rahadian, S.H., M.H., mengatakan penguatan struktur tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten.
Menurut Dian, organisasi harus mampu bergerak hingga tingkat desa dan kelurahan. Keberadaan pengurus, kata dia, harus diikuti dengan aktivitas organisasi dan kedekatan dengan masyarakat.
“Kita harus memastikan HANURA hadir di 42 kecamatan, kemudian bergerak sampai tingkat desa dan kelurahan. Struktur bukan sekadar nama di atas kertas, tetapi harus hidup, bekerja, dan memiliki hubungan langsung dengan masyarakat,” tegas Dian.
Dian mengatakan penguatan struktur juga harus dibarengi dengan kaderisasi dan konsolidasi. Setiap pengurus diharapkan memiliki peran yang jelas sehingga organisasi dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Persiapan Verifikasi KPU
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP HANURA Budi Hermansyah mengingatkan pengurus HANURA Garut untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi proses verifikasi faktual KPU RI.
Menurut Budi, persiapan tidak dapat dilakukan menjelang pelaksanaan verifikasi. Sejumlah persyaratan seperti administrasi kepengurusan, sekretariat, keanggotaan, dan struktur organisasi harus disiapkan sejak awal.
“Jangan menunggu verifikasi faktual baru kita bergerak. Semua harus dipersiapkan dari sekarang. Struktur, administrasi, keanggotaan, dan sekretariat harus benar-benar siap ketika proses verifikasi dilakukan,” ujarnya.
Budi menilai kesiapan organisasi di tingkat daerah akan menjadi bagian penting dalam memastikan HANURA mampu menghadapi tahapan Pemilu 2029.
Lela Nurlaela Dapat Tugas Baru
Muscab HANURA Garut juga menjadi momentum penataan kembali peran kader. Lela Nurlaela, S.H., yang sebelumnya menjabat Ketua DPC HANURA Kabupaten Garut, kini mendapat amanah sebagai Koordinator Dapil Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya pada DPD HANURA Jawa Barat.
Penugasan tersebut menjadi bagian dari strategi organisasi untuk memanfaatkan pengalaman dan kapasitas kader dalam memperkuat konsolidasi di wilayah yang lebih luas.
Sementara itu, Firman Firdaus menyatakan siap menjalankan amanah yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen membangun organisasi secara bersama-sama dengan seluruh kader.
Firman juga menargetkan konsolidasi internal dan penguatan struktur HANURA hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.
Dengan terpilihnya Firman, HANURA Kabupaten Garut memasuki fase baru konsolidasi organisasi. Penguatan struktur di 42 kecamatan, penataan organisasi hingga tingkat bawah, serta kesiapan menghadapi verifikasi KPU menjadi sejumlah agenda yang harus segera dikerjakan.
Muscab pun tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan. Tantangan berikutnya adalah memastikan struktur yang telah dibentuk benar-benar aktif, kader bergerak, dan HANURA semakin dekat dengan masyarakat sebagai persiapan menuju Pemilu 2029.















