Peneliti Utama PPBB-SITH ITB, V. Sri Harjati Suhardi, mengatakan program ini tidak hanya mengurangi timbulan sampah, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan.
“Sejumlah warga kini telah menjadi agen perubahan yang aktif mengedukasi masyarakat lain terkait pengelolaan sampah organik,” ujarnya.
Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Prof. Zulfiadi Zulhan, menilai model pengelolaan sampah di Cikutra dapat menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah di Kota Bandung.
Pada 2026, program ini diperkuat dengan penerapan teknologi konsorsium mikroba AMRITA yang dikembangkan ITB untuk meningkatkan kualitas kompos dan mendukung budidaya tanaman produktif di kawasan perkotaan.
















