SMK jurusan pariwisata dan perhotelan bahkan sudah memakai bahasa asing non-Inggris untuk mendukung kompetensi siswa di dunia kerja.
Selain itu, pemerintah juga tengah menjalankan program sertifikasi bahasa asing non-Inggris bagi ribuan siswa SMK pada 2026.
Karena itu, P2G menilai pemerintah tidak perlu memaksakan Bahasa Prancis sebagai pelajaran wajib di seluruh jenjang pendidikan.
Kemampuan Dasar Siswa Dinilai Lebih Mendesak
P2G meminta pemerintah memprioritaskan perbaikan kemampuan dasar siswa, terutama matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Data Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA 2025 menunjukkan rata-rata nilai siswa masih rendah:
– Bahasa Inggris: 24,93
– Matematika: 36,10
– Bahasa Indonesia: 55,38
Menurut P2G, pemerintah seharusnya fokus memperbaiki kualitas pembelajaran dasar sebelum menambah mata pelajaran baru.
Kekurangan Guru Jadi Tantangan Besar
P2G juga menyoroti kebutuhan tenaga pengajar jika pemerintah benar-benar mewajibkan Bahasa Prancis secara nasional.
















