Ia menjelaskan, filosofi angklung mengajarkan bahwa perbedaan dapat melahirkan kekuatan ketika masyarakat menyatukannya dalam semangat kebersamaan. Karena itu, pelestarian angklung tidak cukup hanya dengan mempertahankan keberadaannya, tetapi juga harus mendorong masyarakat untuk memainkan, mempelajari, dan mencintainya.
“Angklung mengajarkan gotong royong dan toleransi. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipadukan menjadi kekuatan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan Bandung Kota Angklung Festival kini memasuki tahun kelima sejak pemerintah kota mendeklarasikan Bandung sebagai Kota Angklung.
Menurut Adi, panitia lebih dahulu menggelar rangkaian kegiatan Road to Bandung Kota Angklung Festival sepanjang Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lima pusat perbelanjaan, yakni Bandung Indah Plaza, Cihampelas Walk, The Botanica Mall Bandung, Summarecon Mall Bandung, dan Festival Citylink.
















