Sebanyak 57 kelompok angklung ikut berpartisipasi dalam rangkaian pra-festival tersebut. Panitia mencatat sekitar 1.000 pengunjung menghadiri berbagai kegiatan yang berlangsung selama satu bulan.
Adi menegaskan bahwa Bandung Kota Angklung Festival tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni. Festival ini juga menjadi gerakan budaya yang bertujuan menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas Kota Bandung di tingkat nasional maupun internasional.
“Angklung merupakan warisan budaya dunia yang mengandung nilai gotong royong, toleransi, dan kebersamaan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus menjaga dan mengembangkan budaya ini,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bandung berharap festival tersebut semakin memperkuat posisi Bandung sebagai Kota Angklung. Dukungan pemerintah, komunitas budaya, lembaga pendidikan, pelaku seni, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya yang telah mendunia tersebut.
















