NURANIMEDIA.ID, Jakarta – Besarnya nilai ekonomi digital Indonesia dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat bagi perekonomian nasional. Di balik pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat, sebagian besar nilai ekonomi justru disebut mengalir ke platform digital yang berbasis di luar negeri.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia. Menurutnya, tingginya nilai transaksi belum tentu mencerminkan kekuatan ekonomi nasional apabila manfaat ekonominya lebih banyak dinikmati perusahaan teknologi asing.
“Terjadi ketimpangan. Ekonomi digital berkembang di dalam negeri, tetapi sebagian nilai ekonominya justru mengalir ke platform yang berkantor pusat di luar negeri,” ujar Meutya dalam forum Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta.
Ia menilai akar persoalan bukan semata besarnya transaksi digital, melainkan rendahnya retensi nilai ekonomi di dalam negeri. Akibatnya, pelaku ekonomi lokal seperti petani, nelayan, UMKM, dan produsen masih belum memperoleh manfaat optimal dari pesatnya digitalisasi.















