Example 728x250
Hanura Update

Tamir Pimpin HANURA Indramayu, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029 Dimulai

×

Tamir Pimpin HANURA Indramayu, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029 Dimulai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDRAMAYU — Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) mulai memperkuat konsolidasi organisasi di Kabupaten Indramayu. Musyawarah Cabang (Muscab) menetapkan Tamir sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HANURA Kabupaten Indramayu periode 2025–2030, Minggu, 11 Oktober 2026.

Penetapan itu menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk merapikan struktur partai, memperkuat kaderisasi, dan menyiapkan organisasi menghadapi Pemilu 2029.

Muscab tersebut dihadiri Ketua DPD HANURA Jawa Barat H. Dian Rahadian, S.H., M.H., Sekretaris DPD Cecep Lukmanul Hakim, M.Ag., Wakil Sekretaris Jenderal DPP HANURA Budi Hermansyah, serta Muhammad Haikal Yushendri, S.H., M.H., bersama jajaran pengurus lainnya.

Antusiasme kader yang mengiringi Muscab menjadi modal awal bagi kepemimpinan Tamir. Namun, semangat dalam forum organisasi itu perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata, terutama dalam membangun kepengurusan yang aktif hingga tingkat desa dan kelurahan.

Ketua DPD HANURA Jawa Barat, Dian Rahadian, menegaskan bahwa Muscab tidak boleh berhenti pada pergantian kepemimpinan. Forum tersebut harus menjadi momentum untuk menyatukan kader dan memperkuat fondasi partai.

Baca Juga  Muscab IV HANURA Kota Tasikmalaya Tetapkan Tatang Rustandi sebagai Ketua DPC

Menurut dia, ketua terpilih harus mampu merangkul seluruh elemen organisasi, menjaga soliditas, dan memastikan struktur partai bergerak dalam satu arah.

“Konsolidasi adalah cara menyatukan langkah, sedangkan pembangunan struktur adalah cara memastikan perjuangan memiliki pijakan yang kuat. Partai yang kokoh tidak dibangun oleh nama besar, tetapi oleh kader yang solid hingga ke akar rumput,” demikian pesan penguatan organisasi HANURA Jawa Barat.

Dian juga menekankan pentingnya membangun struktur berjenjang, mulai dari DPC, pimpinan anak cabang (PAC), hingga tingkat desa dan kelurahan. Keberadaan pengurus, kata dia, harus diikuti dengan aktivitas organisasi, kaderisasi, komunikasi publik, serta kemampuan merespons persoalan masyarakat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan konsolidasi tidak hanya berjalan di atas kertas. Struktur yang terbentuk harus memiliki pembagian tugas yang jelas, program kerja terukur, dan agenda yang dapat dievaluasi.

Sementara itu, Wasekjen DPP HANURA Budi Hermansyah mengingatkan pentingnya mempersiapkan organisasi menghadapi Pemilu 2029 sejak dini. Pembenahan administrasi, penataan kepengurusan, pemutakhiran data anggota, dan kesiapan sekretariat menjadi bagian penting dari pekerjaan tersebut.

Baca Juga  Musda III Hanura Jatim Bahas Evaluasi Pemilu dan Persiapan 2029

Kesiapan administratif dan kelembagaan diperlukan agar partai tidak menghadapi persoalan mendasar ketika memasuki tahapan verifikasi partai politik.

Bagi Tamir, terpilihnya sebagai Ketua DPC HANURA Indramayu sekaligus menempatkan tanggung jawab besar di pundaknya. Ia dituntut mengubah antusiasme kader menjadi kekuatan organisasi yang terukur dan berkelanjutan.

Konsolidasi internal, penguatan struktur hingga akar rumput, dan peningkatan kedekatan dengan masyarakat akan menjadi ujian bagi kepengurusan baru. Sebab, kesiapan menghadapi Pemilu 2029 tidak cukup dibangun melalui forum musyawarah, tetapi harus dibuktikan melalui kerja organisasi yang konsisten.

Muscab HANURA Indramayu pun menjadi bagian dari konsolidasi partai di Jawa Barat. Tantangan selanjutnya bukan sekadar menjaga soliditas setelah pemilihan ketua, melainkan memastikan semangat kader terus hidup dalam kerja politik yang nyata di tengah masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *