Example 728x250
Opini

Saat Sampah Bukan Sekadar Sampah: Belajar dari Sanghyang Siksa Kandang Karesian

×

Saat Sampah Bukan Sekadar Sampah: Belajar dari Sanghyang Siksa Kandang Karesian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh: Abdul Holik, Direktur Eksekutif West Java Instute 

Setiap hari kita menghasilkan sampah. Bungkus makanan, botol plastik, sisa sayuran, kertas, hingga barang-barang yang tak lagi digunakan. Sebagian besar dari kita mungkin menganggap sampah sebagai sesuatu yang harus segera dibuang dan dilupakan. Namun, benarkah persoalannya sesederhana itu?

Di berbagai kota dan desa di Indonesia, krisis sampah terus membesar. Tempat pembuangan akhir semakin penuh, sungai tercemar, dan kualitas lingkungan menurun. Berbagai teknologi pengolahan telah diperkenalkan, mulai dari bank sampah hingga fasilitas pengolahan modern. Akan tetapi, persoalan sampah ternyata tidak hanya soal teknologi. Ia juga berkaitan dengan cara pandang manusia terhadap alam dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari kehidupan bersama.

Baca Juga  Menjaga Nyala Perjuangan: Kaderisasi dan Regenerasi sebagai Jantung Kehidupan Partai HANURA

Dalam konteks inilah, kearifan lokal menjadi penting untuk dibaca kembali. Salah satu sumber pengetahuan yang menarik adalah naskah Sunda kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian (SSKK), yang ditulis pada tahun 1518 Masehi pada masa Sri Baduga Maharaja. Naskah ini memang tidak berbicara secara langsung mengenai tempat pembuangan sampah, plastik sekali pakai, atau ekonomi sirkular. Namun, ia menawarkan sesuatu yang jauh lebih mendasar: sebuah filosofi hidup yang menempatkan manusia sebagai penjaga keteraturan dunia.

Baca Juga  OSO, GEBU Minang, dan Jalan Kebudayaan Ekonomi Perantau

Kebersihan sebagai Tanggung Jawab Moral

Selama ini pengelolaan sampah sering dipahami sebagai urusan teknis. Pemerintah menyediakan tempat sampah, petugas mengangkut limbah, lalu persoalan dianggap selesai. Padahal, akar masalahnya berada pada perilaku manusia.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *