Example 728x250
Opini

Saat Sampah Bukan Sekadar Sampah: Belajar dari Sanghyang Siksa Kandang Karesian

×

Saat Sampah Bukan Sekadar Sampah: Belajar dari Sanghyang Siksa Kandang Karesian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pesan ini terasa sangat relevan hari ini. Ketika sungai dipenuhi sampah atau kawasan permukiman dipenuhi tumpukan limbah, sesungguhnya yang sedang kita hadapi bukan hanya persoalan kebersihan. Kita sedang menyaksikan krisis tanggung jawab sosial.

Menghidupkan Kembali Semangat Tritangtu

Salah satu konsep penting dalam SSKK adalah Tritangtu, yang disebut sebagai paneguh ning buwana atau peneguh dunia. Konsep ini menggambarkan pentingnya keseimbangan peran antara pemimpin, masyarakat, dan kaum bijak.

Dalam konteks pengelolaan sampah modern, gagasan tersebut dapat diterjemahkan menjadi kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kalangan akademisi.

Pemerintah berperan menghadirkan regulasi serta infrastruktur yang memadai. Masyarakat menjadi pelaku utama perubahan perilaku di tingkat rumah tangga. Sementara itu, akademisi dan para ahli menyediakan inovasi serta pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Selama ini kita sering terjebak dalam saling menyalahkan. Pemerintah menyalahkan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Masyarakat menyalahkan pemerintah yang dianggap tidak menyediakan fasilitas memadai. Padahal, SSKK mengingatkan bahwa keteraturan dunia hanya dapat terjaga ketika semua unsur bekerja bersama.

Dari Budaya Buang Menjadi Budaya Mengolah

Ada pelajaran lain yang menarik dari SSKK, yakni penghormatan terhadap keahlian dan material. Setiap pekerjaan dipandang memiliki nilai karena menghasilkan kemanfaatan bagi kehidupan.

Dalam perspektif ini, pengelolaan sampah seharusnya tidak berhenti pada aktivitas membuang. Yang diperlukan adalah budaya mengolah.

READ  Menjaga Nyala Perjuangan: Kaderisasi dan Regenerasi sebagai Jantung Kehidupan Partai HANURA

Pandai besi dalam naskah dapat dimaknai sebagai simbol industri daur ulang yang mengubah material bekas menjadi barang baru. Pengrajin ukir mencerminkan semangat upcycling, yakni kemampuan mengubah barang yang dianggap tak bernilai menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan estetika lebih tinggi. Sementara ahli bahasa dapat dipandang sebagai simbol para komunikator lingkungan yang menerjemahkan persoalan teknis menjadi pesan yang mudah dipahami masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *