Oleh: Cecep Lukmanul Hakim, S.Kom.I., M.Ag. (Sekretaris DPD Partai HANURA Jawa Barat)
Dalam sejarah politik modern, tidak sedikit partai politik yang pernah besar kemudian meredup. Sebagian kehilangan kepercayaan publik, sebagian lainnya terjebak dalam konflik internal, dan tidak sedikit yang gagal melanjutkan estafet kepemimpinan karena terlalu bergantung pada figur tertentu.
Fenomena tersebut memberikan satu pelajaran penting: kekuatan sebuah partai politik tidak semata-mata terletak pada popularitas tokohnya, melainkan pada kemampuannya membangun sistem kaderisasi dan regenerasi yang berkelanjutan.
Partai politik pada hakikatnya bukan hanya instrumen elektoral untuk memenangkan pemilu. Partai politik adalah institusi demokrasi yang memiliki fungsi strategis dalam merekrut, mendidik, membina, dan menyiapkan pemimpin bangsa. Dalam perspektif ilmu politik, fungsi tersebut dikenal sebagai political recruitment atau rekrutmen politik.















