Nuranimedia.id, Jakarta — Kepala Badan Komunikasi (Bakom) menilai tuntutan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah yang keliru. Menurutnya, MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang telah mendapatkan dukungan rakyat melalui Pemilu 2024.
Ia menegaskan bahwa berbagai persoalan dalam pelaksanaan program seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan alasan untuk menghentikan kebijakan yang bertujuan meningkatkan gizi anak dan menekan angka stunting.
“Yang perlu diperbaiki adalah tata kelola dan pengawasannya, bukan programnya,” ujarnya.
Kepala Bakom menilai MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, perdebatan publik sebaiknya difokuskan pada upaya penyempurnaan pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.














