NURANIMEDIA.ID, Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu mengungkap dugaan adanya penunggangan politik dalam gelombang aksi mahasiswa yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menilai gerakan yang seharusnya lahir dari aspirasi murni mahasiswa berpotensi dimanfaatkan oleh kepentingan elite politik tertentu.
Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyebut pihaknya menemukan sejumlah indikasi yang dinilai mengarah pada keterlibatan aktor politik praktis dalam aksi penolakan MBG yang belakangan marak terjadi.
“BEM Bersatu melihat adanya indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Kami menilai ada upaya menunggangi suara mahasiswa untuk kepentingan di luar perjuangan akademik dan kepentingan rakyat,” kata Rahmat dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6/2026).
















