NURANIMEDIA.ID, Jakarta – Direktur Eksekutif West Java Institute, Abdul Holik, menyoroti penunjukan Nanik S. Deyang dalam jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, keputusan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai penerapan prinsip meritokrasi dalam pengisian jabatan strategis negara.
Abdul Holik menilai latar belakang Nanik S. Deyang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan bidang gizi, kesehatan masyarakat, maupun keamanan pangan yang menjadi fokus utama Badan Gizi Nasional.
“Nanik S. Deyang dikenal sebagai wartawan, politikus, mantan Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019, serta Komisaris Independen Pertamina. Namun publik sulit menemukan rekam jejak yang kuat di bidang gizi, kesehatan masyarakat, atau keamanan pangan,” kata Abdul Holik, Selasa (3/6/2026).
















