Abdul Holik menilai penunjukan Nanik S. Deyang sulit dilepaskan dari faktor kedekatan politik. Selama ini Nanik dikenal sebagai salah satu pendukung setia Presiden Prabowo Subianto dan terlibat aktif dalam berbagai aktivitas politik yang mendukungnya.
“Karena itu, wajar jika muncul persepsi bahwa faktor loyalitas politik lebih menonjol dibandingkan pertimbangan meritokrasi. Pemerintah perlu memberikan penjelasan yang memadai agar tidak muncul anggapan bahwa jabatan publik menjadi bentuk penghargaan atas loyalitas politik,” katanya.
Lebih lanjut, Holik mengingatkan bahwa Badan Gizi Nasional memegang peran penting dalam menyukseskan program makan bergizi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Oleh sebab itu, setiap posisi strategis di lembaga tersebut harus diisi oleh figur yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang sesuai.
















