Menurut Holik, pengisian jabatan publik seharusnya mengutamakan kompetensi dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan lembaga. Hal tersebut penting untuk memastikan program strategis nasional berjalan secara efektif dan profesional.
Ia menegaskan bahwa kritik yang muncul bukan ditujukan kepada pribadi Nanik S. Deyang, melainkan pada proses dan dasar pertimbangan pengangkatan pejabat publik.
“Ketika seseorang ditempatkan pada lembaga yang menangani isu gizi nasional, publik tentu ingin mengetahui kompetensi yang menjadi dasar penunjukan tersebut. Transparansi menjadi penting agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
















