Atas dasar itu, BEM Bersatu menegaskan penolakan terhadap segala bentuk intervensi eksternal yang berpotensi mencederai independensi gerakan mahasiswa.
“Gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara moral rakyat, bukan alat kepentingan elite politik. Kami menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa demi kepentingan kekuasaan,” tegas Rahmat.
BEM Bersatu mengingatkan bahwa upaya memanfaatkan gerakan mahasiswa untuk kepentingan politik praktis dapat merusak kepercayaan publik terhadap independensi mahasiswa sebagai agen kontrol sosial dan penjaga demokrasi.
Mereka pun mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap kritis, menjaga integritas gerakan, dan tidak membiarkan aspirasi rakyat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki agenda politik tertentu.
















