Rahmat mengungkapkan, dugaan tersebut diperkuat oleh kehadiran politikus PDIP Andi Widjajanto di tengah massa aksi. Selain itu, BEM Bersatu juga menyoroti penggunaan mobil Toyota Fortuner oleh pimpinan aksi penolakan MBG, Tiyo Ardianto, yang diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni.
Menurut BEM Bersatu, fakta-fakta tersebut tidak bisa dipandang sebagai kebetulan semata dan perlu menjadi perhatian publik agar gerakan mahasiswa tidak kehilangan independensinya.
BEM Bersatu juga menyinggung keterlibatan sejumlah tokoh dalam Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung yang dihadiri Tiyo Ardianto bersama sejumlah figur publik. Mereka menilai adanya pola jejaring yang patut dicermati lebih lanjut.
“Keterkaitan berbagai pihak dalam sejumlah forum dan aktivitas yang sama menunjukkan adanya jejaring yang layak mendapat perhatian serius. Gerakan mahasiswa tidak boleh dijadikan kendaraan untuk agenda perebutan pengaruh politik,” ujar Rahmat.
















