Meski demikian, tidak sedikit investor yang memilih menahan kepemilikan dollar AS. Mereka meyakini kurs masih berpotensi naik dan menembus level psikologis Rp18.000 dalam waktu dekat.
Rupiah Melemah, Dollar AS Jadi Aset Favorit
Fenomena ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap aset berbasis dollar AS ketika nilai tukar rupiah berada dalam tren melemah.
Selain dollar AS, sejumlah valuta asing lain juga mengalami peningkatan permintaan, seperti dollar Singapura, ringgit Malaysia, riyal Arab Saudi, dan baht Thailand. Permintaan tersebut terutama berasal dari masyarakat yang bersiap melakukan perjalanan wisata maupun ibadah haji.
Di tengah meningkatnya transaksi, pelaku usaha penukaran valuta asing memastikan stok dollar AS tetap aman.
“Stok dollar AS selalu tersedia. Sampai sekarang tidak ada kelangkaan,” kata Aris.
Pernyataan serupa datang dari Dolarindo. Kepala Cabang Dolarindo Samanhudi, Lucky, menyebut tren penjualan dollar AS kepada money changer masih sangat tinggi karena banyak nasabah memanfaatkan momentum penguatan mata uang Amerika Serikat.













