Selain dollar AS, sejumlah valuta asing lain juga mengalami peningkatan permintaan, seperti dollar Singapura, ringgit Malaysia, riyal Arab Saudi, dan baht Thailand. Permintaan tersebut terutama berasal dari masyarakat yang bersiap melakukan perjalanan wisata maupun ibadah haji.
Di tengah meningkatnya transaksi, pelaku usaha penukaran valuta asing memastikan stok dollar AS tetap aman.
“Stok dollar AS selalu tersedia. Sampai sekarang tidak ada kelangkaan,” kata Aris.
Pernyataan serupa datang dari Dolarindo. Kepala Cabang Dolarindo Samanhudi, Lucky, menyebut tren penjualan dollar AS kepada money changer masih sangat tinggi karena banyak nasabah memanfaatkan momentum penguatan mata uang Amerika Serikat.
Menurutnya, sebagian investor juga masih berspekulasi bahwa kurs dollar AS dapat bergerak lebih tinggi lagi dalam beberapa hari ke depan.
Mengapa Dollar AS Menguat?
Penguatan dollar AS terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi global dan tekanan pada sejumlah mata uang negara berkembang.
Dalam situasi ketidakpastian, investor global cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman atau safe haven. Dollar AS masih menjadi salah satu instrumen yang paling banyak dipilih karena likuiditas dan pengaruhnya yang dominan dalam sistem keuangan dunia.
















