Meski demikian, Frits mengaku menyayangkan keputusan tersebut karena diambil pada saat Hanura tengah menghadapi tahapan verifikasi partai politik yang dinilai krusial.
“Saya menghormati keputusan Pak Hadianto Rasyid. Terima kasih atas kebersamaan dan kontribusi beliau selama ini. Namun tentu kami menyayangkan karena keputusan ini diambil saat partai sedang menghadapi tahapan verifikasi yang cukup krusial,” ungkapnya.
Pengunduran diri Hadianto sekaligus mengakhiri perjalanan politiknya bersama Hanura yang telah berlangsung hampir dua dekade. Selama berkiprah di partai besutan Oesman Sapta Odang itu, Hadianto menjadi salah satu figur penting Hanura di Sulawesi Tengah.
Kabar mundurnya Hadianto mulai mencuat usai DPP Hanura menggelar pertemuan dengan para ketua dan sekretaris DPD serta DPC Hanura kabupaten/kota pada 8 Juni 2026.
Seiring dengan pengunduran dirinya, muncul spekulasi bahwa Wali Kota Palu tersebut akan bergabung dengan partai politik lain. Namun hingga saat ini, Hadianto belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan di balik keputusannya meninggalkan Hanura maupun langkah politik yang akan diambil selanjutnya.















