“Tidak ada masalah di internal partai. Kami baik-baik saja dan hubungan sesama anggota sangat harmonis,” katanya.
Meski demikian, Frits mengaku menyayangkan keputusan tersebut karena diambil pada saat Hanura tengah menghadapi tahapan verifikasi partai politik yang dinilai krusial.
“Saya menghormati keputusan Pak Hadianto Rasyid. Terima kasih atas kebersamaan dan kontribusi beliau selama ini. Namun tentu kami menyayangkan karena keputusan ini diambil saat partai sedang menghadapi tahapan verifikasi yang cukup krusial,” ungkapnya.
Pengunduran diri Hadianto sekaligus mengakhiri perjalanan politiknya bersama Hanura yang telah berlangsung hampir dua dekade. Selama berkiprah di partai besutan Oesman Sapta Odang itu, Hadianto menjadi salah satu figur penting Hanura di Sulawesi Tengah.
















