Kabar mundurnya Hadianto mulai mencuat usai DPP Hanura menggelar pertemuan dengan para ketua dan sekretaris DPD serta DPC Hanura kabupaten/kota pada 8 Juni 2026.
Seiring dengan pengunduran dirinya, muncul spekulasi bahwa Wali Kota Palu tersebut akan bergabung dengan partai politik lain. Namun hingga saat ini, Hadianto belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan di balik keputusannya meninggalkan Hanura maupun langkah politik yang akan diambil selanjutnya.
Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Hadianto melalui pesan singkat juga belum mendapatkan tanggapan, meski pesan yang dikirim dilaporkan telah terbaca.
Mundurnya Hadianto Rasyid menjadi salah satu dinamika politik yang menyita perhatian di Sulawesi Tengah, mengingat posisinya sebagai Ketua DPD Hanura Sulteng sekaligus Wali Kota Palu. Keputusan tersebut diperkirakan akan berpengaruh terhadap konfigurasi politik Hanura di daerah menjelang berbagai agenda politik nasional mendatang.
















