MATARAM, NURANIMEDIA.ID– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mempercepat konsolidasi dan penataan mesin partai sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Sebagai partai nonparlemen di tingkat nasional, Hanura menargetkan tidak hanya lolos sebagai peserta pemilu, tetapi juga kembali memperoleh kursi di parlemen.
Ketua DPD Partai Hanura NTB, Ahmad Dahlan Leo, mengatakan pihaknya telah memulai berbagai persiapan menjelang tahapan verifikasi partai politik yang diperkirakan berlangsung pada 2027.
Menurutnya, pembenahan dilakukan pada seluruh persyaratan administrasi, mulai dari kepengurusan, keanggotaan, hingga keberadaan kantor partai yang menjadi syarat mengikuti Pemilu 2029.
“Beberapa waktu lalu kami sudah menginput data ke Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) dan telah dikonfirmasi oleh KPU. Hanura berkomitmen memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi,” kata Dahlan.
Anggota DPRD NTB dua periode itu menjelaskan, sejak kembali terpilih memimpin DPD Hanura NTB pada Musyawarah Daerah (Musda) 2025, dirinya memfokuskan langkah pada konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput.
Ia menyebut sekitar 60 hingga 70 persen kepengurusan tingkat anak cabang telah terbentuk, sementara sisanya ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan.
“Alhamdulillah sekitar 60 sampai 70 persen kepengurusan tingkat anak cabang sudah terbentuk. Sisanya kami targetkan selesai dalam tiga bulan ke depan,” ujarnya.
Selain melakukan penguatan organisasi, Hanura juga melakukan transformasi identitas partai dengan mengganti logo menjadi lambang singa. Perubahan tersebut merupakan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum.
“Seminggu yang lalu logo baru Hanura sudah disahkan oleh Menteri Hukum,” ungkapnya.
Untuk Pemilu Legislatif 2029, Dahlan menargetkan Hanura mampu meraih 20 kursi DPRD yang tersebar di tingkat kabupaten/kota maupun Provinsi NTB.
“Target kami pada 2029 adalah meraih 20 kursi di seluruh kabupaten/kota dan provinsi. Saat ini Hanura baru memiliki sembilan kursi di seluruh kabupaten di NTB,” pungkasnya.















