Ia menyampaikan pernyataan itu sambil mengutip hadis mengenai pentingnya menyerahkan urusan kepada pihak yang memiliki keahlian di bidangnya.
Pernyataan Primus langsung memicu perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menyoroti kondisi rupiah yang terus melemah dalam beberapa waktu terakhir, sementara sebagian lainnya menilai kritik tersebut sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap pemerintah dan Bank Indonesia.
Hingga kini, Bank Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan Primus Yustisio agar Gubernur BI mundur dari jabatannya.







