Ia menilai penugasan tersebut menjadi tanggung jawab baru yang harus dijalankan sekaligus memberi ruang regenerasi kepemimpinan di tingkat daerah.
Dalam Musda III tersebut, hasil Pemilu 2024 turut menjadi bahan evaluasi internal partai. Hanura Jawa Timur mencatat penurunan jumlah kursi DPRD di berbagai daerah, dari sebelumnya 46 kursi menjadi 27 kursi.
Menurut Masteng, kondisi itu menjadi catatan penting bagi partai untuk melakukan pembenahan organisasi dan strategi politik menuju Pemilu 2029.
“Musda ini menjadi momentum evaluasi dan perbaikan agar ke depan Hanura bisa tampil lebih siap dan maksimal menghadapi kontestasi politik berikutnya,” katanya.
Melalui Musda III, Hanura Jatim berharap dapat memperkuat konsolidasi kader sekaligus menyusun langkah strategis guna meningkatkan perolehan suara pada Pemilu mendatang.















