Example 728x250
Opini

OSO, GEBU Minang, dan Jalan Kebudayaan Ekonomi Perantau

×

OSO, GEBU Minang, dan Jalan Kebudayaan Ekonomi Perantau

Sebarkan artikel ini
Oso
OSO disambut Ketua DPD Gebu Minang Jawa Barat yang mengalungkan kain kepada Ketua Umum Gebu Minang, Osman Sapta Odang
Example 468x60

Dan itu memang mencerminkan cara OSO berpikir sejak memimpin Gebu Minang mulai 2016. Ia tidak ingin organisasi ini sekadar jadi wadah kangen-kangenan antar perantau. OSO menjadikan Gebu Minang sebagai ruang konsolidasi kekuatan ekonomi masyarakat Minang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan ke luar negeri.

Kenapa itu masuk akal? Karena modal sosial masyarakat Minangkabau sebetulnya luar biasa besar. Tradisi merantau sudah berlangsung berabad-abad, Merantau bukan hanya soal pindah kota, di dalamnya ada nilai-nilai yang sangat konkret: keberanian keluar dari zona nyaman, kemauan kerja keras, kemampuan membaca peluang, dan semangat membangun.

Nilai-nilai itulah yang melahirkan begitu banyak pengusaha, profesional, dan tokoh publik berlatar Minang yang tersebar di hampir setiap kota besar Indonesia. Hebatnya, di tangan OSO, jaringan itu diorganisasi lebih serius. Kini Gebu Minang bukan hanya tempat silaturahmi, tapi juga penguatan UMKM, jejaring bisnis, pemberdayaan pengusaha muda, dan peningkatan kualitas SDM.

Akan tetapi yang menarik, semua agenda ekonomi itu tidak pernah dilepas dari akar budayanya. Setiap forum Gebu Minang, simbol-simbol adat selalu hadir. Simbol tersebut bukan semata dekorasi, tapi sebagai pengingat bahwa keberhasilan ekonomi orang Minang bukan tumbuh dari ruang hampa. Ia lahir dari nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun. Dari filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Dari keluarga yang mendidik anaknya untuk berani keluar dan pulang membawa hasil.

READ  Forum Gubes Insan Cita: Ketika Kepercayaan Runtuh, Ekonomi Pun Ikut Jatuh

Dalam konteks itulah, pengukuhan di Bandung hari ini punya bobot tersendiri. Jawa Barat bukan wilayah sembarangan bagi perantau Minang. Ini salah satu kantong terbesar mereka di Indonesia — dari pedagang, pelaku kuliner, profesional, hingga akademisi. Dengan kepengurusan baru di bawah Datuk Mulya Rajo Intan, harapannya Gebu Minang Jabar bisa menjadi simpul yang benar-benar hidup: menghubungkan potensi ekonomi dengan identitas budaya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *