Ia mengatakan kepengurusan periode mendatang akan memadukan pengalaman kader senior dengan semangat generasi muda. Komposisi pengurus dirancang sekitar 40 persen berasal dari kader senior, sementara 60 persen lainnya diisi kalangan milenial dan Generasi Z.
Menurutnya, strategi tersebut merupakan bagian dari upaya Hanura Kudus untuk memperluas basis dukungan pemilih muda yang diperkirakan akan mendominasi daftar pemilih pada Pemilu 2029.
“Dengan komposisi kepengurusan yang didominasi anak muda, kami berharap mampu meningkatkan perolehan suara Hanura pada Pemilu 2029. Kehadiran kader dari kalangan milenial dan Generasi Z diharapkan dapat memperkuat komunikasi politik dengan pemilih muda,” katanya.
Selain memperkuat struktur organisasi, DPC Hanura Kudus juga akan meningkatkan konsolidasi internal, kaderisasi, serta memperluas kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi Hanura di Kabupaten Kudus sekaligus mendukung target partai meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029.















