Menurutnya, Indonesia perlu meningkatkan angka tersebut hingga 10–12 persen untuk memperkuat daya saing ekonomi dan mempercepat langkah menuju negara maju.
Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan kekayaan kuliner Nusantara sebagai kekuatan ekonomi nasional. Ia menilai produk kuliner daerah memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sistem franchise dan kemitraan.
“Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Kita harus mengubah potensi itu menjadi kekuatan ekonomi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” kata Anang.
















