Ia menilai IFBC 2026 menjadi sarana penting untuk mempertemukan pelaku usaha, calon investor, UMKM, dan masyarakat yang ingin memulai bisnis.
“Ekosistem yang kuat akan mendorong pertumbuhan usaha, membuka lapangan kerja, dan memperluas akses ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan pemerintah terus mendorong pertumbuhan jumlah wirausaha nasional. Saat ini rasio kewirausahaan Indonesia baru mencapai sekitar 3,29 persen.
Menurutnya, Indonesia perlu meningkatkan angka tersebut hingga 10–12 persen untuk memperkuat daya saing ekonomi dan mempercepat langkah menuju negara maju.
Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan kekayaan kuliner Nusantara sebagai kekuatan ekonomi nasional. Ia menilai produk kuliner daerah memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sistem franchise dan kemitraan.















