Pelatihan tersebut akan dievaluasi selama satu semester untuk mengukur efektivitasnya dalam mencegah serta menangani kasus kekerasan dan perundungan di sekolah.
Farhan menilai budaya kekerasan di kalangan pelajar harus dicegah sejak dini agar lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
“Salah satu yang kita cegah adalah berkembangnya budaya kekerasan atau budaya bullying di kalangan anak-anak sekolah. Ini harus dicegah sejak awal,” ujarnya.
Pemkot Bandung juga akan melanjutkan Program Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa kelas IX melalui pendekatan bela negara yang melibatkan instruktur dari TNI dan Polri setiap hari Jumat. Program yang telah berjalan sejak 2025 tersebut ditujukan untuk memperkuat karakter remaja pada masa pencarian jati diri.
Di sisi lain, pendidikan karakter akan dipadukan dengan pendekatan psikologi modern. Pemerintah berencana mengevaluasi keberadaan psikolog klinis di 12 puskesmas guna memperkuat layanan kesehatan mental bagi pelajar.















