Oleh Susi Sri Nastiti
NURANIMEDIA.ID — Tidak banyak orang yang mampu menapaki sekaligus tiga jalur kehidupan publik — legislatif, kajian kebijakan, dan dunia usaha — dengan konsistensi yang terjaga. H. Ujang Fahpulwaton, SE. adalah salah satunya. Namanya lekat dengan dunia politik Jawa Barat, dikenal sebagai mantan anggota DPRD Provinsi, pendiri lembaga kajian kebijakan, sekaligus pengusaha di bidang asuransi dan penjaminan. Namun di balik semua itu, ada perjalanan hidup yang dimulai dari kesederhanaan dan ditempa oleh kehilangan sejak dini.
Akar yang Kuat di Tanah Pasundan
Ujang Fahpulwaton lahir sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara, putra dari almarhum Kyai Atjep Abdulah bin KH. Usman Mahlabi dan almarhumah Yoyoh Rodiyah. Ayahnya wafat ketika ia masih kecil, meninggalkan sang ibu sebagai satu-satunya tiang keluarga. Dalam pelukan seorang ibu yang tabah itulah Ujang tumbuh hingga ia menginjak kelas satu SMA. Masa-masa itulah yang kelak membentuk ketangguhan dan kepedulian sosial Ujang Fahpulwaton.
Warisan darah pesantren dari garis ayahnya yang bersambung hingga KH. Usman Mahlabi bukan sekadar silsilah. Nilai-nilai itu menjadi kompas yang mengarahkan langkahnya di ruang publik: berpihak kepada yang lemah, tidak abai terhadap kebutuhan umat, dan selalu hadir di tengah masyarakat.
Dari Cibodas ke Jakarta












