Example 728x250
Tokoh

KH Muhammad Nuh Addawami: Masyayikh dari Garut yang Menjaga Tradisi Ilmu dan Peradaban NU

×

KH Muhammad Nuh Addawami: Masyayikh dari Garut yang Menjaga Tradisi Ilmu dan Peradaban NU

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Oleh Abdul Holik, MA. Ketua PCKMNU Kota Bandung

Dalam daftar Masyayikh dan Ulama Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 Tahun 2026, terdapat satu nama yang menjadi kebanggaan masyarakat Garut: KH Muhammad Nuh Addawami. Sosok yang akrab disapa Ceng Nuh ini bukan sekadar ulama kharismatik. Ia adalah intelektual pesantren, penulis produktif, dan penjaga sanad keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah dari tanah Priangan.

Baca Juga  Patrice Rio Capella: Arsitek Politik dan Visi Kepemimpinan Nasional

KH Muhammad Nuh Addawami lahir di Garut pada tahun 1946. Sejak usia dua belas tahun, ia sudah berani meninggalkan kampung untuk menuntut ilmu. Satu per satu pesantren di Jawa Barat ia singgahi: Kubang, Munjul, Sadang, dan Al-Huda di Garut, kemudian Cikalama di Sumedang, lalu Cibeureum dan Cilendek di Tasikmalaya.

Di antara semua pesantren yang ia masuki, Pesantren Al-Huda Garut di bawah asuhan KH Syirojuddin — yang dikenal sebagai Mama Siroj — menjadi tempat beliau menancapkan akar paling dalam. Di sanalah ilmu tidak sekadar dihafal, tetapi dihayati hingga menjadi karakter.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *