Pemilu 2014 membawa kenyataan pahit: keberuntungan belum berpihak untuk melanjutkan mandatnya. Namun bukti pembangunan yang ia tinggalkan berbicara lebih keras dari kekalahan itu sendiri.
Pada periode 2018–2024, Ujang memperluas pengalaman politiknya di Partai Demokrat, menjabat sebagai Sekretaris Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jawa Barat. Lalu pada 2025, ia kembali ke Hanura yang merupakan rumah politiknya yang pertama dan dipercaya sebagai Anggota Dewan Penasehat DPP Partai Hanura periode 2025–2030.
UF Center: Pikiran Jernih untuk Kebijakan Publik
Di luar panggung legislatif, Ujang membangun ruang pemikiran melalui Lembaga Kajian Kebijakan Publik dan Pengembangan Sumber Daya Manusia UF Center, di mana ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif. Lembaga ini menjadi corong analisisnya terhadap berbagai persoalan kedaerahan: pendidikan, kesehatan, infrastruktur (jalan, irigasi, drainase, air bersih), lingkungan hidup, hingga kebutuhan sarana keagamaan masyarakat.
Melalui UF Center, Ujang hadir sebagai komentator dan narasumber kebijakan yang konsisten, tidak hanya mengkritisi, tetapi juga menawarkan rekomendasi yang membumi kepada pemerintah daerah maupun pusat.
Dunia Usaha: PT. Nawisa Indonesia
Ujang juga dikenal sebagai seorang pengusaha yang membangun dari nol. Sebagai Founder sekaligus CEO PT. Nawisa Indonesia Insurance Consultant & Business Agency, ia mengembangkan perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum dan penjaminan bank. Layanan yang ditawarkan mencakup Jaminan Customs Bond, Jaminan Tender Proyek, Asuransi Pengangkutan Barang, Asuransi Kendaraan Bermotor, Asuransi Alat Berat, Asuransi Kebakaran, dan berbagai produk penjaminan lainnya — menjadikan PT. Nawisa Indonesia sebagai mitra terpercaya bagi pelaku usaha yang membutuhkan perlindungan finansial yang profesional.
Penutup
H. Ujang Fahpulwaton, SE. adalah sosok yang tidak mudah dipadatkan dalam satu label. Ia adalah anak bungsu dari keluarga kyai yang tumbuh tanpa ayah, politikus yang membuktikan kerja lewat beton dan irigasi, pemikir kebijakan yang tak pernah jauh dari denyut masyarakat, dan pengusaha yang membangun dengan tangan sendiri. Di setiap peran yang ia sandang, benang merahnya selalu sama: hadir, bergerak, dan memberi manfaat nyata. (Ss)












