Example 728x250
Ekonomi

BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Industri Properti Terancam Melambat akibat KPR Mahal

×

BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Industri Properti Terancam Melambat akibat KPR Mahal

Sebarkan artikel ini
BI rate sektor properti
Ilustrasi kenaikan suku bunga terhadap sektor properti
Example 468x60

Data Bank Indonesia menunjukkan sinyal perlambatan permintaan sebenarnya sudah terlihat. Hingga April 2026, pertumbuhan kredit KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) hanya mencapai 4,8 persen secara tahunan dengan nilai Rp845,1 triliun. Sebaliknya, kredit konstruksi justru melonjak 46 persen menjadi Rp569,4 triliun.

Ketimpangan tersebut menunjukkan pasokan properti tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan permintaan pasar. Jika kondisi ini berlanjut, sektor properti berisiko mengalami kelebihan pasokan (oversupply), yang pada akhirnya menekan arus kas dan likuiditas perusahaan pengembang.

Selain itu, kenaikan suku bunga juga diperkirakan akan memperlambat penyaluran kredit properti dalam beberapa kuartal ke depan. Pengalaman sebelumnya menunjukkan dampak kebijakan moneter terhadap sektor properti umumnya baru terasa penuh sekitar satu tahun setelah kenaikan suku bunga diterapkan.

Apabila permintaan rumah terus melemah sementara pembangunan proyek tetap berjalan, tekanan tidak hanya dirasakan emiten properti, tetapi juga industri pendukung seperti konstruksi, semen, baja, keramik, hingga sektor perbankan yang menyalurkan pembiayaan perumahan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *