Namun demikian, Prof. Uut memilih mendekati masyarakat secara langsung. Ia menggandeng seniman lokal, membuat mural edukasi, memproduksi video informasi, hingga mendatangi rumah warga untuk menjelaskan manfaat program tersebut.
Di tengah proses penelitian, Prof. Uut juga menghadapi cobaan berat. Pada Maret 2020, suaminya, Prof. Iwan Dwiprahasto, meninggal dunia akibat COVID-19. Meski berduka, ia tetap melanjutkan penelitian demi menuntaskan misi kemanusiaan yang mereka bangun bersama.
Selain aktif di dunia akademik, Prof. Uut juga dikenal sebagai pianis klasik. Saat kuliah kedokteran di UGM, ia pernah menjadi pemain keyboard grup musik art rock Surya Kartika Enterprise.
Kemudian, saat menempuh pendidikan di Inggris dan Swedia, ia rutin mengikuti konser musik kampus. Pada 2015, Prof. Uut juga tampil bersama Gadjah Mada Chamber Orchestra sebagai pianis tamu.
Tidak hanya itu, ia menulis buku memoar berjudul Adi Utarini – Akademisi yang Merayakan Musik. Melalui konser amal dan penjualan buku tersebut, ia membantu penggalangan dana untuk pembangunan rumah singgah pasien kanker di Yogyakarta.





