Meski meraih pengakuan internasional, perjalanan penelitian Prof. Uut tidak selalu berjalan mudah. Pada tahap awal pelepasan nyamuk Wolbachia, sebagian warga sempat menolak program tersebut karena khawatir terhadap dampaknya.
Namun demikian, Prof. Uut memilih mendekati masyarakat secara langsung. Ia menggandeng seniman lokal, membuat mural edukasi, memproduksi video informasi, hingga mendatangi rumah warga untuk menjelaskan manfaat program tersebut.
Di tengah proses penelitian, Prof. Uut juga menghadapi cobaan berat. Pada Maret 2020, suaminya, Prof. Iwan Dwiprahasto, meninggal dunia akibat COVID-19. Meski berduka, ia tetap melanjutkan penelitian demi menuntaskan misi kemanusiaan yang mereka bangun bersama.
Selain aktif di dunia akademik, Prof. Uut juga dikenal sebagai pianis klasik. Saat kuliah kedokteran di UGM, ia pernah menjadi pemain keyboard grup musik art rock Surya Kartika Enterprise.





