Purbaya menegaskan angka Rp268 triliun masih bersifat sementara. Pemerintah masih menghitung kemungkinan penghematan lanjutan terhadap program unggulan Presiden Prabowo tersebut.
“Angka sementara Rp268 triliun, tetapi masih ada potensi perbaikan lebih lanjut,” katanya.
Di sisi lain, belanja negara hingga April 2026 mencapai Rp1.082,8 triliun atau 28,2 persen dari target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Angka itu menunjukkan pertumbuhan 34,3 persen dibanding periode sebelumnya.
Belanja pemerintah pusat juga meningkat hingga Rp826 triliun. Rinciannya, belanja kementerian dan lembaga mencapai Rp400,5 triliun, sedangkan belanja non-kementerian/lembaga menyentuh Rp425,5 triliun.
Sementara itu, pendapatan negara tercatat sebesar Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen. Kondisi tersebut membuat defisit APBN mencapai Rp164,4 triliun atau setara 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

















