Penyebabnya berlapis. Dari luar, harga minyak sempat menembus seratus dolar per barel akibat ketegangan Timur Tengah, membuat investor global lari ke dolar. Suku bunga Amerika yang tetap tinggi membuat modal betah di sana.
Dari dalam, kebutuhan dolar melonjak untuk bayar utang luar negeri, kirim dividen ke luar, dan membiayai bahan baku impor yang mencapai tujuh puluh persen dari kebutuhan industri kita. Semua itu datang bersamaan.
















