Pemerintah melakukan intervensi pasar obligasi dua triliun rupiah per hari. Bank Indonesia masuk di tiga pasar sekaligus, spekulasi valas dibatasi untuk mengendalikan rupiah. Akan tetapi langkah-langkah itu dinilai belum bisa menghentikan krisis.
Dampak pelemahan ini sudah mulai terasa di lapangan. Biaya produksi pabrik naik dua digit, tapi harga jual tidak bisa naik sepadan karena daya beli masyarakat terbatas. Selisihnya harus ditelan pengusaha, dan cara paling cepat menutupnya adalah efisiensi tenaga kerja. PHK massal tinggal menunggu waktu jika kurs tidak segera stabil.
















