Selain itu, investor mencermati arah kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Listya menyoroti konsep Impossible Trinity atau Trilemma dalam ekonomi makro internasional.
Menurutnya, sebuah negara tidak bisa menjaga tiga hal sekaligus secara bersamaan.
Negara harus memilih antara stabilitas nilai tukar, kebebasan arus modal, atau kebijakan moneter independen.
“Pemerintah harus menentukan prioritas kebijakan ekonomi di tengah tekanan global,” katanya.
Ia menilai stabilitas kebijakan menjadi faktor penting menjaga kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.
Listya juga meminta pemerintah memperkuat fundamental ekonomi domestik. Langkah itu mencakup pengendalian inflasi dan menjaga kepastian investasi.
“Pasar sangat sensitif terhadap ketidakpastian. Kepercayaan investor harus dijaga,” pungkasnya.










