Ia menilai penghapusan komponen latihan militer berpotensi menghemat anggaran negara dalam jumlah besar. Dengan target sebanyak 35.476 calon manajer koperasi desa di seluruh Indonesia, total kebutuhan dana pelatihan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,596 triliun atau dibulatkan menjadi Rp1,6 triliun.
Menurut Hasanuddin, tugas utama seorang manajer koperasi adalah mengelola organisasi, mengembangkan usaha, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, serta memberdayakan masyarakat. Karena itu, materi pelatihan seharusnya lebih difokuskan pada peningkatan kompetensi profesional dibandingkan latihan fisik atau kemiliteran.
“Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain pelatihan agar pelaksanaannya lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.















