Ekonom asal Italia, Luca Poggi, yang turut ditahan di kapal armada tersebut, mengungkapkan para aktivis menghadapi tindakan brutal selama berada dalam tahanan.
“Kami dilucuti pakaian, dilempar ke tanah, ditendang. Banyak dari kami disetrum dengan alat kejut listrik, beberapa mengalami pelecehan seksual, dan beberapa ditolak aksesnya ke pengacara,” ujar Luca Poggi kepada Reuters.
Sementara itu, jaksa Italia mulai menyelidiki dugaan kejahatan yang terjadi dalam insiden tersebut. Penyelidikan mencakup dugaan penculikan, penyiksaan, hingga pelecehan seksual terhadap para aktivis.
Penyelenggara Global Sumud Flotilla menilai perlakuan terhadap para aktivis hanya menggambarkan sebagian kecil dari tindakan kekerasan yang dialami warga Palestina setiap hari. Karena itu, mereka meminta perhatian dunia internasional terhadap dugaan pelanggaran kemanusiaan tersebut.















